Wednesday, November 29, 2017

Perempuan di Batas Kota

Rambutnya legam-mayang
Derainya menjuntai-juntai tertiup angin semilir
Kaki telanjangnya menjejak pasir pantai
Bibirnya bersiut memanggil angin
Berharap angin mengantarkan lolongan hatinya

Di bibir pantai,
Sekuat tenaga dia berteriak
Menantang ombak
"Lelakiku tersandera di tanah seberang, dan aku di sini terpenjara di batas kota"

Sia-sia!
Teriakannya tertelan pekak debur ombak yang memeluk karang
Tinggal tubuhnya yang gigil gemetar
Basah oleh kerinduan tawar

Di batas kota,
Sisa gerimis masih tercium amis
Pada arakan senja yang berpeluh
Perempuan di batas kota itu masih setia menanti
Menanti wajah tak terjamah
Menanti hadir yang semata bayang
Hanya mendung
Hanya senandung
Menemaninya dalam penantian agung

Lila Saraswaty
Bekasi-Cibubur 28/11/2017

No comments:

Post a Comment

Kehidupan… Kehidupan berdetak saat mentari bersinar kemilau Saat tirai malam berganti tirai langit biru Dan sayap-sayap mimpi men...