Cinta Sepotong Strudle
Ada manis dalam lugu senyuman.
Ada kerenyahan dalam tegur sapa.
Ada kelembutan dalam hangat tatapan.
Ada kenikmatan diam-diam menyusup dalam damba.
Saat kerinduan terlampiaskan dengan perjumpaan.
Saat segala keraguan gugur dengan pandangan.
Saat karang kegundahan terpecahkan dengan debur ombak hasrat.
Saat serpihan getar bertemu pengharapan.
Tanpa ditulis pun aku bisa membacamu.
Debar jantung bertalu-talu.
Terdengar hingga ke kalbu.
Sepasang mata menari-nari.
Mencuri pandang sampai ke relung-relung hati.
Tersenyum sendiri membaca setiap tanda cinta yang kau tinggalkan.
Seperti tanda cinta pada sepotong strudel yang kau letakkan di atas mejaku.
Siang itu.
Sudahlah!
Jera!
Cukup sampai di sini.
Karena aku tak ingin tersedak manisnya cinta yang tak pasti.
Lila Saraswaty
Cibubur, 20 Nov 2017
Wednesday, November 29, 2017
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Kehidupan… Kehidupan berdetak saat mentari bersinar kemilau Saat tirai malam berganti tirai langit biru Dan sayap-sayap mimpi men...
-
Apa Kabar November? Kemarau baru saja beranjak pergi. Lalu... Hujan segera menapakkan kaki-kakinya. Lewat bulir-bulir gerimis yang jat...
-
KERETA Keretaku merambah membelah sawah Membawa pergi sebagian jiwa-jiwa yang patah Karena harus berpisah Juga membawa kami yang pergi menin...
-
Bolehkan ku simpan gantungan kunci ini? Untuk mengingatkanku pada suatu saat di sebuah kampung yang jalannya berbatu dan dindingnya berpelan...
No comments:
Post a Comment