Wednesday, November 29, 2017

KAU, AKU, DAN DIA

Bagiku kau...
Kilatan cahaya yang bangunkan tidurku
Udara yang kuhirup disetiap napasku
Darah yang memompa jantungku untuk tetap berdetak
Alunan simfoni nada rasa yang mengalun indah
Di tengah hamparan padang ilalang

Bagimu aku...
Butiran debu yang sesakkan napasmu
Ombak terjang yang hancurkan karang keakuanmu
Kabut yang halangi pandanganmu
Tali yang mengikat kakimu hingga kau sulit untuk melangkah

Bagimu dia...
Sumber mata air yang hilangkan dahagamu
Peri cantik yang akan membawamu terbang ke langit biru
Matahari yang terangi langit hatimu
Peraduan tempat menumpahkan beban risaumu

Di sudut ruang hampa ini
Aku tertunduk diam
Merasakan semua dari balik dinding kepiluan
Merasakan keterasingan
Merasakan sakit
Menelan kepedihan
Kosong kudekap
Ku tatap satu persatu bingkai-bingkai kenangan kita
Sejenak menjumput seikat masa indah kala itu
Bersamamu

Dan,
Untuk kesekian kali aku gagal menahan air mata agar tidak jatuh lagi.

Lila Saraswaty
Cibubur, 14 Oktober 2015

No comments:

Post a Comment

Kehidupan… Kehidupan berdetak saat mentari bersinar kemilau Saat tirai malam berganti tirai langit biru Dan sayap-sayap mimpi men...