KAU, AKU, DAN DIA
Bagiku kau...
Kilatan cahaya yang bangunkan tidurku
Udara yang kuhirup disetiap napasku
Darah yang memompa jantungku untuk tetap berdetak
Alunan simfoni nada rasa yang mengalun indah
Di tengah hamparan padang ilalang
Bagimu aku...
Butiran debu yang sesakkan napasmu
Ombak terjang yang hancurkan karang keakuanmu
Kabut yang halangi pandanganmu
Tali yang mengikat kakimu hingga kau sulit untuk melangkah
Bagimu dia...
Sumber mata air yang hilangkan dahagamu
Peri cantik yang akan membawamu terbang ke langit biru
Matahari yang terangi langit hatimu
Peraduan tempat menumpahkan beban risaumu
Di sudut ruang hampa ini
Aku tertunduk diam
Merasakan semua dari balik dinding kepiluan
Merasakan keterasingan
Merasakan sakit
Menelan kepedihan
Kosong kudekap
Ku tatap satu persatu bingkai-bingkai kenangan kita
Sejenak menjumput seikat masa indah kala itu
Bersamamu
Dan,
Untuk kesekian kali aku gagal menahan air mata agar tidak jatuh lagi.
Lila Saraswaty
Cibubur, 14 Oktober 2015
Wednesday, November 29, 2017
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Kehidupan… Kehidupan berdetak saat mentari bersinar kemilau Saat tirai malam berganti tirai langit biru Dan sayap-sayap mimpi men...
-
Apa Kabar November? Kemarau baru saja beranjak pergi. Lalu... Hujan segera menapakkan kaki-kakinya. Lewat bulir-bulir gerimis yang jat...
-
KERETA Keretaku merambah membelah sawah Membawa pergi sebagian jiwa-jiwa yang patah Karena harus berpisah Juga membawa kami yang pergi menin...
-
Bolehkan ku simpan gantungan kunci ini? Untuk mengingatkanku pada suatu saat di sebuah kampung yang jalannya berbatu dan dindingnya berpelan...
No comments:
Post a Comment