Ayat-Ayat Cinta
Kini, aku hidup di dunia utopia
Seorang diri melibas asa
Tanpa hadirmu di sana
Dalam ruang penantian yang semu
Kukuh ku berdiri menunggumu
Menghitung wajtu mengukir tulus kesetiaan
Berharap perpisahan akan mengecup perjumpaan
Ditemani dinginnya malam ku pagut sepi
Dingin musim gugur menusuk hingga ke pori-pori
Daun berguguran jatuh dari ranting-ranting kering
Terbang terombang ambing tertiup angin
Dan turut membawa dirimu yang kini semata bayang
Tergopoh-gopoh ku mengejar-ngejar bayangmu
mencari-cari hingga ke pelosok mimpi
Kau telah lenyap tertelan ganasnya perang
Ayat-ayat cinta pertama menjelma lentera yang memenuhi ruang kegelisahanku
Meski tubuh fatamorgana yang kini kudekap
Kau selalu hidup dalam ada ku
Aku berjalan menyusuri aspal dingin sambil membawa kenanganmu yang telah membatu
Hatiku yang semata wayang telah kuberikan padamu, utuh
Dengan semua tentangmu yang masih menggelayut di kelopak mata
Lalu bagaimana mungkin aku bisa membagi hati dengan yang lain?
Ayat-ayat cinta kembali menyapaku
Menghadirkan sosok lain dalam alunan gesekan biola syahdu
Dan cinta kembali menguji setiaku
Sungguh kehadirnya melahirkan keraguan
Hingga ku terdesak di bibir jurang keputusan
Lalu pusat badai berkecamuk dalam pikiranku
Melupakanmu atau berdiri kokoh dalam penantian di taman hatimu?
Lila Saraswaty
Kalibata, 5 Januari 2018
Friday, January 26, 2018
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Kehidupan… Kehidupan berdetak saat mentari bersinar kemilau Saat tirai malam berganti tirai langit biru Dan sayap-sayap mimpi men...
-
Apa Kabar November? Kemarau baru saja beranjak pergi. Lalu... Hujan segera menapakkan kaki-kakinya. Lewat bulir-bulir gerimis yang jat...
-
Cinta Sepotong Strudle Ada manis dalam lugu senyuman. Ada kerenyahan dalam tegur sapa. Ada kelembutan dalam hangat tatapan. Ada kenikma...
-
HARI INI SEMESTA TERSENYUM Pada lipatan pagi Pada sinaran mentari Untukmu ku persembahkan puisi ini Untuk pemilik hati yang selalu a...
No comments:
Post a Comment