Gincu Dalam Semangkuk Salad
Dari dalam ruang pekat
Aku berdiri di balik jendela
Memandang semesta
Pandanganku melesat jauh
Hingga ke bibir cakrawala
Awan bergulung gemulung bergerak dengan pola tak beraturan
Mengarak kenangan yang terserak
Di antara awan yang bergerak-gerak
Di pucuk kaki langit
Rindu menggantung harapan nyata perjamuan
Pada siang yang gelisah
kau tiba-tiba hadir membawa sepotong bahagia
Mengetuk pintu ruang hatiku
"Apa kabar engkau pemilik lugu mata?"
Tanyaku di ambang pintu
Lalu mempersilakan rindumu masuk
Semangkuk salad buah tersaji diantara tatap mata malu-malu
"Manis," katamu
Aku pun mengecap rasa yang sama
Manis perjumpaan kita
Lalu kita bercakap beberapa patah kenangan
Aku mengunyah setiap suara yang keluar dari bibirmu
Hati kita pun erat memagut
Di tengah perjumpaan kita yang sengit
Wangimu menyentuh lembut pipiku
Haus kukecup napasmu
Kau hadir membawa cinta yang denyutnya mendayu-dayu syahdu
Telak menaklukkanku
Sesekali aku menatap matamu
Mata yang aku ingin kecup
Ah...setiap kali aku menatap mata indahmu
Kenapa darahku tak kuasa berkompromi dengan detak jantungku
Demikianlah
Sampai ufuk menjelang
Berdua kita memungut bunga-bunga cinta
Merangkum makna perjumpaan
Tentang mata-mata yang bersuara
Tentang mimpi-mimpi yang tak berujung nyata
Tentang aku yang jatuh telak di hatimu
Tentang kamu yang seperti pusaran tanya
Tentang kita yang saling merindu
Tentang rasa yang kian menggebu
Di ujung perjumpaan
Senja hadir merampasmu dariku
Meninggalkan aku sendiri
kembali terpenjara dalam ruang sepi
Menggumuli sisa-sisa hari dengan pekat sunyi
Memunguti remah-remah perjamuan ini
Hanya wangi kenanganmu masih tertinggal di sini
Juga sisa gincumu yang tertinggal di mangkuk salad
Ah pertemuan ini
Sunguh-sunguh!
Aku telah terantuk cinta maha dahsyat
Dan memasungku dalam taman hatimu
Dan kini perlahan aku sekarat dikunyah sepi
Setelah itu: sunyi.
Lila Saraswaty
Cibubur, 14 Januari 2018
Friday, January 26, 2018
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Kehidupan… Kehidupan berdetak saat mentari bersinar kemilau Saat tirai malam berganti tirai langit biru Dan sayap-sayap mimpi men...
-
Apa Kabar November? Kemarau baru saja beranjak pergi. Lalu... Hujan segera menapakkan kaki-kakinya. Lewat bulir-bulir gerimis yang jat...
-
Cinta Sepotong Strudle Ada manis dalam lugu senyuman. Ada kerenyahan dalam tegur sapa. Ada kelembutan dalam hangat tatapan. Ada kenikma...
-
HARI INI SEMESTA TERSENYUM Pada lipatan pagi Pada sinaran mentari Untukmu ku persembahkan puisi ini Untuk pemilik hati yang selalu a...
No comments:
Post a Comment