Friday, March 9, 2018

Dua Mimpi

Di persimpangan senja yang menggerimis resah
Aku mengendus kegelisahanmu
Matamu menatap jauh angan yang kini menggelombang
Lengkung kesedihan menggaris jelas di keningmu
Ku tepikan tanya yang meragu
Meringkuk di ambang ketakutan


Duhai rinduku
Jangan kau beri aku kerling resah itu
Aku pun sama, kepayahan menanggung derita hidup
Tapi aku tak ingin menyerah
Karena perjalanan ini masih jauh
Asa ini masih erat ku rengkuh


Duhai sayangku
Di terik matamu yang jerih
Aku menjemur harapan lirih
Di antara hujan dan pepohonan
Aku ingin sekali berteduh dari penat hidup yang mengaduh
Meski pun aku harus berpeluh
Langkahku masih kukuh menyepuh mimpi


Duhai kasihku
Terlalu dini kau melipat mimpi
Kemarilah...
Genggam jemariku
Meski jiwa merintih letih
Aku akan selalu berada di sampingmu
menapaki hari di tanah gersang
Hingga jelang bahagia kan datang


Duhai cintaku
Kemarilah....
Rebahkan gelisahmu di pangkuanku
Ingin ku bisikkan anganku
Aku mendamba sebuah dunia baru
Dibangun oleh mimpi dan kenyataan
Ada kita di sana
Berdiri berdampingan

 
****

 
Mataku menengadah ke langit sementara jemariku membelai rambut kekasihku bambang yang rebah di pangkuanku



Lila Saraswaty
15 Februari 2018
-Kepingan kisah Marsiti-

No comments:

Post a Comment

Kehidupan… Kehidupan berdetak saat mentari bersinar kemilau Saat tirai malam berganti tirai langit biru Dan sayap-sayap mimpi men...