Cintaku Bersemi di Kandang Sapi
"Aku tunggu kamu di kandang sapi belakang rumahku, sekarang!"
Pesan yang masuk ke gawaiku siang itu
Tanpa basa-basi aku melesat bak peluru
kakiku gesit melangkah ke tempat yang dituju
tidak peduli meskipun aku masih mengenakan seragam abu-abu
Dia bernama Marsiti
Gadisku yang menggetarkan hati
Gadis yang berjarak lima tahun lebih tua dariku tetapi bagiku itu tak berarti
Gadis lugu yang selalu berkata apa adanya tanpa partisi
Gadis yang mampu menelanjangi rahasia terdalamku tanpa permisi
Duh, gadisku Marsiti
Sepanjang perjalanan jantungku berdegup kencang seperti genderang perang
lesung pipi dan gigi kelinci milikmu selalu terbayang-bayang
aduhaiiii...
menggemaskan sekali...
Duh, gadisku Marsiti
Bersamamu cintaku bersemi
gelora mudaku melesat tak terkendali
Gadis yang mampu mengubah kandang sapi menjadi kamar surgawi yang mewangi
Ah...biarlah
Aku nikmati saja semua dalam sunyi
Lalu terbangkan angan berkelana sejauh angin berlari
Duh, gadisku Marsiti
Begitu berselera aku menyantap rindu yang kau hidangkan
Siang-siang aku sudah dibuat melayang
Kamu telah melumat rasaku tanpa kendali
Jika begini aku bisa mati terkapar
Terbujur kaku bersama sesal yang menggelepar
Duh, gadisku Marsiti
Kapan lagi kita bertemu di kandang sapi?
Lila Saraswaty
Kalibata, 6 Desember 2017
Foto By: Rarindra Prakarsa


