Wednesday, November 29, 2017

Di Beranda Siang

Di beranda siang itu...
Selalu saja pertemuan kita diawali dengan percakapan canggung dan basi, tetapi selalu saja hati ini membuncah gaduh setiap kali berjumpa denganmu. Mulut kita berkata apa, tapi binar mata kita mengatakan bahwa kita sama-sama sedang merindu. Mendengarkan renyah sapamu. Meski hanya menempis pada getar lemah belaka, setidaknya aku percaya masih ada kepingan rindu yang kita jaga.

Di beranda siang itu...
Larik-larik senyummu mengunci bibirku, tersipu. Kita berhenti sejenak meresap senyuman. Dan kenangan itu pun mencuat keluar satu demi satu ke permukaan ingatan. Teringat waktu itu, saat kau ulurkan tanganmu dan untuk pertama kalinya aku merasakan genggaman tanganmu yang lembut namun erat. Teringat saat kita berjalan berdua ke sebuah taman istana di kota itu tanpa rencana.

Di beranda siang itu...
Hanya sekejap pertemuan kita tapi terasa abadi. Lambaian tangan kita pun menandakan bahwa saatnya kenangan indah itu dilipat rapi kembali, lalu kusimpan di dalam ruang ingatan yang kusediakan khusus untukmu.

Lila Saraswaty
Kalibata, 30 November 2017



No comments:

Post a Comment

Kehidupan… Kehidupan berdetak saat mentari bersinar kemilau Saat tirai malam berganti tirai langit biru Dan sayap-sayap mimpi men...