Kepingan #1
Dalam naungan senja.
Kita duduk berdua di sebuah kedai kopi. Aku memesan kopi Avocado dan kamu memesan kopi Mandailing. Berdua kita menghabiskan senja sambil bertukar cerita tentang kisah hidup masing-masing. Tentu saja kamu adalah pendengar terbaik yang pernah aku kenal.
Kita bercerita tentang kenangan masing-masing. Aku berkata bahwa kenangan tidak akan pernah hilang baik itu kenangan manis atau pun pahit, dia akan terus hidup dan mengendap di sana, dalam ceruk ingatan kita, pada waktu itu di masa lalu. Biarkanlah kenangan masa lalu berada di sana, mengendap lalu mengerak lalu dilupakan olah waktu. Tidak mungkin kita dapat melangkah ke depan jika terus menyeret-nyeret kenangan ke masa sekarang dan masa depan, kaki menjadi berat untuk melangkah maju, sedangkan hidup harus terus berjalan.
Lila Saraswaty
Pasar Minggu, 1 Desember 2016
Wednesday, November 29, 2017
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Kehidupan… Kehidupan berdetak saat mentari bersinar kemilau Saat tirai malam berganti tirai langit biru Dan sayap-sayap mimpi men...
-
Apa Kabar November? Kemarau baru saja beranjak pergi. Lalu... Hujan segera menapakkan kaki-kakinya. Lewat bulir-bulir gerimis yang jat...
-
Cinta Sepotong Strudle Ada manis dalam lugu senyuman. Ada kerenyahan dalam tegur sapa. Ada kelembutan dalam hangat tatapan. Ada kenikma...
-
HARI INI SEMESTA TERSENYUM Pada lipatan pagi Pada sinaran mentari Untukmu ku persembahkan puisi ini Untuk pemilik hati yang selalu a...
No comments:
Post a Comment