Hari apa hari ini?
Matahari pagi ini memeluk bumi penuh hangat
Hangatnya menyusup hingga ke kuku-kuku gedung bertingkat
Memantulkan sinar yang menuntun pada damba tak bersyarat
Menyepuh sabda pada doa-doa yang terangkat
Hari apa hari ini?
Bunga-bunga di taman hatiku mengelopak lebih indah
Aku petik setangkai untukmu
kuseduh bersama dengan manis perjumpaan yang lalu
Lalu kusuguhkan bersama sejumput mimpi tentangmu
Di bibir perjumpaan kita di suatu waktu
Hari apa hari ini?
Tirai-tirai langit saat ini cerah membuka tabir mimpi
Hawa rindu menyusup lewat celah jendela yang tertutup rapat tetapi banyak lubang di sana-sini
Dari balik kaca jendela aku menatap matamu
Dari kejauhan aku menghirup napasmu
Tanpa menyentuhmu aku telah menciummu
Di ambang pintu yang selalu terbuka aku berbisik
"Dalam jarak yang rahasia, kamu tersimpan dalam sajak-sajak sunyi"
Hari apa hari ini?
Detik-detik di penghujung akhir bulan Desember
Bulan basah yang tidak selalu basah
Dalam keheningan yang menyusup memoriku
Kenanganmu menyelinap di balik punggung pengharapanku
Lalu mengecup hangat leher ingatanku
Aaah....aku ingat sekarang hari ini hari apa.
Hari ini adalah hari aku mengingatmu, tuan.
Lila Saraswaty
Cibubur, 26 Desember 2017
Notes:
Lukisan diambil dari Google Image dan saya tidak tahu nama pelukis aslinya

No comments:
Post a Comment