Tuesday, December 26, 2017


Pesan Terakhir Bambang Kepada Marsiti

Pilih saja diantara mereka...
Parmin, prajurit dua angkatan laut...
Walau sering ditinggal- tinggal, kebugaraannya biasa membuatmu kalut.

Om Danu, petinggi jawatan negara...
Selama istrinya tidak tahu, kebutuhan dan isi dompetmu tak pernah merana.

Atau Mas Singgih, kakak  sepupuku, dia pendiam dan sejak kecil ingin bersamamu...

Aku? Tidak bisa Marsiti...
Bakal makan apa engkau nanti, bercinta saja tdk akan mengenyangkan..
Lagian, masih adakah variasi yg belum kita lakukan?

Marsitiku sayang
Marsitiku malang
Di sini, di dalam gubuk reyot pinggiran got
diterangi redup lampu petruk
Ingin ku ceritakan tentang mimpi-mimpi yang telah lapuk
Lapuk dimakan kutu-kutu busuk

Tidak marsiti...
Tentu semua ini hanya drama belaka
Cerita yang terus berulang dan tak pernah usang
Menjadi dongeng tidur di kota-kota yang kesepian

Dan teruslah menari...
Di atas tungku kehidupan yang dingin membeku
Di antara desingan mata peluru nasib yang getir
Di bawah sorot sinar mata nyalang menusuk benci
Diiringi musik lolongan serigala-serigala liar berjubah manusia
Semua bertepuk tangan
Semua tertawa
Atas cerita hidup yang jenaka

Marsiti, asmara kita seperti pantai, indah..namun memisahkan laut dan daratan
Biarkan aku sendiri,
Berpagut dengan sepi, melumat bayangmu yg tak mau pergi.

Lila Ennoe, 26122017.

Lukisan diambil dari https://pixabay.com/en/users/Azodariana-6772107/?tab=popular

No comments:

Post a Comment

Kehidupan… Kehidupan berdetak saat mentari bersinar kemilau Saat tirai malam berganti tirai langit biru Dan sayap-sayap mimpi men...