Monday, February 5, 2018

Rembulan di Kubangan

Singgih, Aku mendengar kau telah  menikahi
perempuan baik-baik bernama Nurhana
Ada bahagia seketika membahana
Ada lirih seketika merintih
Ketika hadirmu tak lagi utuh
Siluetmu saja yang kerap berhenti di depan pintu
Lalu menghilang di jalan itu

Singgih, dari kejauhan sayup ku dengar
Suaramu yang memendarkan getar
Menempias getas di tapal batas
Kau masih meneriakkan cinta padaku
Tidak singgih!
Ini semua telah usai sebelum dimulai
Kau telah memiliki Nurhana
Dan aku mencintai Bambang
Lagi pula apa yang tersisa dariku
Selain cinta yang terbungkus noda
Ini adalah tempatku
Jalan yang basah
Langit hitam yang membelah
Deretan bohlam kusam
Dipan kayu dan rasa perih
Rembulan di kubangan

Singgih, dari pucuk harapanku
Menjura iba dalam gumam doa
Untuk kebahagianmu
Detik ini hingga mati
Dan teruslah menari di panggung hidup
dengan cahaya cinta bernama Nurhana

Lila Saraswaty
30 Januari 2018

No comments:

Post a Comment

Kehidupan… Kehidupan berdetak saat mentari bersinar kemilau Saat tirai malam berganti tirai langit biru Dan sayap-sayap mimpi men...