Rembulan di Kubangan
Singgih, Aku mendengar kau telah menikahi
perempuan baik-baik bernama Nurhana
Ada bahagia seketika membahana
Ada lirih seketika merintih
Ketika hadirmu tak lagi utuh
Siluetmu saja yang kerap berhenti di depan pintu
Lalu menghilang di jalan itu
Singgih, dari kejauhan sayup ku dengar
Suaramu yang memendarkan getar
Menempias getas di tapal batas
Kau masih meneriakkan cinta padaku
Tidak singgih!
Ini semua telah usai sebelum dimulai
Kau telah memiliki Nurhana
Dan aku mencintai Bambang
Lagi pula apa yang tersisa dariku
Selain cinta yang terbungkus noda
Ini adalah tempatku
Jalan yang basah
Langit hitam yang membelah
Deretan bohlam kusam
Dipan kayu dan rasa perih
Rembulan di kubangan
Singgih, dari pucuk harapanku
Menjura iba dalam gumam doa
Untuk kebahagianmu
Detik ini hingga mati
Dan teruslah menari di panggung hidup
dengan cahaya cinta bernama Nurhana
Lila Saraswaty
30 Januari 2018
Monday, February 5, 2018
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Kehidupan… Kehidupan berdetak saat mentari bersinar kemilau Saat tirai malam berganti tirai langit biru Dan sayap-sayap mimpi men...
-
Apa Kabar November? Kemarau baru saja beranjak pergi. Lalu... Hujan segera menapakkan kaki-kakinya. Lewat bulir-bulir gerimis yang jat...
-
KERETA Keretaku merambah membelah sawah Membawa pergi sebagian jiwa-jiwa yang patah Karena harus berpisah Juga membawa kami yang pergi menin...
-
Bolehkan ku simpan gantungan kunci ini? Untuk mengingatkanku pada suatu saat di sebuah kampung yang jalannya berbatu dan dindingnya berpelan...
No comments:
Post a Comment