Bunga-Bunga Sastra
Hei!
Janganlah kau petik saat ia masih menjadi putik
Lihatlah putik bunga itu sebentar lagi merekah cantik
Warna-warni aneka swarna menarik sukma
Tumbuh subur di taman sastra
Bayangkanlah!
Bulir-bulir hujan syahdu menembus tanah hati
Basah diserap akar-akar rasa
Tangkai keyakinannya kuat dengan kalam alam
Dahan-dahan pemahaman perlahan merimbun jiwa
Bait-bait kelopaknya merekah dalam kata-kata
Saksikan saja!
bunga itu hidup bermekaran indah bestari;
terbang berkelana mengikuti hembusan angin;
jatuh ke bumi dan membusuk di tanah;
atau perlahan terkulai layu terbakar Matahari
Lila Saraswaty
Kalibata, 16 Januari 2018
Tuesday, January 16, 2018
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Kehidupan… Kehidupan berdetak saat mentari bersinar kemilau Saat tirai malam berganti tirai langit biru Dan sayap-sayap mimpi men...
-
Apa Kabar November? Kemarau baru saja beranjak pergi. Lalu... Hujan segera menapakkan kaki-kakinya. Lewat bulir-bulir gerimis yang jat...
-
KERETA Keretaku merambah membelah sawah Membawa pergi sebagian jiwa-jiwa yang patah Karena harus berpisah Juga membawa kami yang pergi menin...
-
Bolehkan ku simpan gantungan kunci ini? Untuk mengingatkanku pada suatu saat di sebuah kampung yang jalannya berbatu dan dindingnya berpelan...
No comments:
Post a Comment