Danu...Bajingan Kau!
Di atas dipan basah
Mawar berduri itu mengelopak merekah
Pelan-pelan ia membungkuk
Beringas mengendus-endus nadi
musik berdebu melantun mengiringi
lirik dosa
Lalu, "Ooohh dan aaah!"
"Sruak...!"
"Brakkk!"
"Danuuuu....!"
"Bajingan kau....!"
Suara perempuan bertubuh tambun melengking berdengking memekakkan kuping
Membuat kocar kacir sepasang cicak yang sedang asik bercinta di atap rumah petakanku
Kaget bukan kepalang
Berahi lari tunggang langgang
Hawa Nafsu tertunduk malu ditempeleng dan ditendang
"Perempuan haram jadah!"
Tatapan mata membunuh perempuan itu menuduh
Lontaran cacian dan makian menghujam menusuk bak sembilu
Mulutnya merapalkan sumpah serapah
Yang bagiku semuanya terdengar seperti mantra sampah
Perempuan itu menyeret-nyeret Om Danu
yang masih setengah telanjang masuk ke dalam mobil mercy mewah
Setelah semua pergi
Senyap mengendap-endap menyergap
Aku belum beranjak dari dipan yang seketika terasa dingin
Bibirku kelu
Tubuhku kaku
Mulutku gagu
Sesak menyeruak
Perih merintih
Sedih mendidih
Pilu membiru
Lila Saraswaty
Kalibata, 5 Februari 2018
Monday, February 5, 2018
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Kehidupan… Kehidupan berdetak saat mentari bersinar kemilau Saat tirai malam berganti tirai langit biru Dan sayap-sayap mimpi men...
-
Apa Kabar November? Kemarau baru saja beranjak pergi. Lalu... Hujan segera menapakkan kaki-kakinya. Lewat bulir-bulir gerimis yang jat...
-
Cinta Sepotong Strudle Ada manis dalam lugu senyuman. Ada kerenyahan dalam tegur sapa. Ada kelembutan dalam hangat tatapan. Ada kenikma...
-
HARI INI SEMESTA TERSENYUM Pada lipatan pagi Pada sinaran mentari Untukmu ku persembahkan puisi ini Untuk pemilik hati yang selalu a...
No comments:
Post a Comment