Friday, March 9, 2018

Bisu Puisi

Pernah di satu pagi kita bersama
Saat kita tidak bisa bersama

Menyesapi kopi menciumi wangi pipi
Mawar itu patah dan kau tertusuk duri
Setelah pagi kau bisu puisi

Pernah di satu siang kita ada
Saat kita tidak seharusnya ada

Memeluk lekuk mengendus tengkuk
Buah itu jatuh ke lantai dan sekali lagi kau merunduk

Setelah siang kau bisu puisi

Pernah di suatu senja kita semeja
Saat kita tak seharusnya mendamba

Mananggalkan helai demi helai gelora cinta
Buku itu minyampan ingatanmu terserak menggelincir dosa

Setelah senja kau bisu puisi

Pernah di suatu malam kita menunggu
Saat kita tak seharusnya bertemu

Di mejaku secangkir kopi tersedu
Menjelang malam kau lupa mematikan lampu

Setelah malam kau bisu puisi

Lila Saraswaty
Solo, 9 Februari 2018

No comments:

Post a Comment

Kehidupan… Kehidupan berdetak saat mentari bersinar kemilau Saat tirai malam berganti tirai langit biru Dan sayap-sayap mimpi men...