Bisu Puisi
Pernah di satu pagi kita bersama
Saat kita tidak bisa bersama
Menyesapi kopi menciumi wangi pipi
Mawar itu patah dan kau tertusuk duri
Setelah pagi kau bisu puisi
Pernah di satu siang kita ada
Saat kita tidak seharusnya ada
Memeluk lekuk mengendus tengkuk
Buah itu jatuh ke lantai dan sekali lagi kau merunduk
Setelah siang kau bisu puisi
Pernah di suatu senja kita semeja
Saat kita tak seharusnya mendamba
Mananggalkan helai demi helai gelora cinta
Buku itu minyampan ingatanmu terserak menggelincir dosa
Setelah senja kau bisu puisi
Pernah di suatu malam kita menunggu
Saat kita tak seharusnya bertemu
Di mejaku secangkir kopi tersedu
Menjelang malam kau lupa mematikan lampu
Setelah malam kau bisu puisi
Lila Saraswaty
Solo, 9 Februari 2018
Friday, March 9, 2018
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Kehidupan… Kehidupan berdetak saat mentari bersinar kemilau Saat tirai malam berganti tirai langit biru Dan sayap-sayap mimpi men...
-
Apa Kabar November? Kemarau baru saja beranjak pergi. Lalu... Hujan segera menapakkan kaki-kakinya. Lewat bulir-bulir gerimis yang jat...
-
KERETA Keretaku merambah membelah sawah Membawa pergi sebagian jiwa-jiwa yang patah Karena harus berpisah Juga membawa kami yang pergi menin...
-
Bolehkan ku simpan gantungan kunci ini? Untuk mengingatkanku pada suatu saat di sebuah kampung yang jalannya berbatu dan dindingnya berpelan...
No comments:
Post a Comment